Powered By Blogger

Senin, 10 Februari 2014

-Anugerah Hidupku-

Mencintaimu adalah anugerah
Hidupku yang tak akan terulang lagi
Mendapatkanmu butuh penantian
Selama apapun itu kan ku tunggu
Hingga kau dipelukku

Menyayangimu adalah anugerah
Hidupku yang tak akan berputar lagi
Memilikimu butuh perjuangan
Ku harus hadapi rintangan sang waktu
Tuk senyuman manismu

Kekasihku sedalam hatiku
Tak akan pernah pudar cinta untukmu
Kamulah anugerah hidupku
Yang terbaik, terhebat, dan sempurna



Kekasihku sedalam hatiku
Tak akan pernah pudar cinta untukmu
Kamulah anugerah hidupku
Yang terbaik, terhebat, dan sempurna

18 Agustus 2012
-YYAE-
Untuk Kekasihku, Maria Kristina Susantoputri
Mencintaimu adalah anugerah hidupku yang tak akan terganti. Tuhan pasti memberkati cinta kita, Love You with full of my heart (`-`)c`')

-Kesedihanmu-

Untuk Kekasihku, Maria Kristina Susantoputri

-Kesedihanmu-

   Sudah hapus butiran airmatamu
       Biar saja masalah kan berlalu
 Aku pastikan kau kan bersamaku
Kamu dan aku menghadapi dunia

Mungkin ku belum bisa tegarkanmu
Membuatmu berani tuk melangkah
Tapi percayalah pada cintaku
Ku akan kuatkan senyum dihatimu

Esok hari nanti saat kita berdua
Hidup mengarungi lautan kisah kita
   Tak akan kubiarkan kau terlalu lama
Tenggelam didalam kesedihanmu lara



Aku disampingmu selamanya
Kan menemani langkahmu

-YYAE-
18 Agustus 2012
Mencintaimu adalah hadiah terindah dalam hidupku



9 Juni 2006 "Welcome New RAN"

09 Juni 2006
Pukul 01.57 W.I.B.

     Ini baru tentang Putri, Gadis yang memikat hatiku. Usianya masih belia, mungkin empat belas tahun atau lima belas tahun, yang pasti dia telah membuatku lupa akan Ranayu, bahkan La, dan Humbird. Aku baru kali ini merasakan rindu yang hebat, mungkin dulu aku pernah merasakan rindu pada La dan Ran, hingga pagi kuganti malam dan malam ku ubah pagi. Tapi setidaknya Putri telah membuatku rindu disaat aku belum mengenal dirinya. Aneh!
     Dia hadir saat puisiku mati, jari lentik dan otak ini tak mau sejalan lagi. DIa hadir saat inspirasi nuraniku lenyap, seperti air yang membasuh dahaga karena kekeirngan. Tapi aku ragu, bimbang, yang begitu ragu untuk menyapanya.
     Aku bisa bertahan selama dua tahun untuk mendamba Ranayu, satu musim untuk mengagumi Humbird, dan dalam resah merindukan LA, tapi tidak kali ini. Rinduku untuk bisa melihat senyumnya tidak bisa setiap hari ketika memandangi Ranayu dalam kelas atau seminggu tiga kali membaca surat baru dari Humbird, tapi hanya di hari Minggu, saat di Gereja, seperti ketika melihat senyum di wajah La, aku juga melihat senyumnya Putri.
     Dan ketika senyum itu tak dapat kulihat, alangkah hilang semangatku menjalani hari. Dalam agenda harianku, aku menuliskan puisi untuknya. Tapi aku tidak akan menulisnya kembali dalam sebuah buku puisi. Karena aku akan membuatkan untuknya sbeuah buku puisi yang baru tentang ceritaku yang baru.
     Dan sejarah certiaku yang lama harus dituntaskan saat ini.

Lembaran baru hidupku
 Baru saja dimulai dengan hadirmu
  Semoga akhir penantianku
   Akan cinta berakhir di senyummu

Welcome New Ran

 

Entah itu kamu atau yang lainnya
Aku, tetap menanti datangnya
Cinta yang tulus dan apa adanya

Ditulis kembali: 11 Februari 2014

Senin, 03 Februari 2014

MENGUATKAN HATI

MENGUATKAN HATI

November 23, 2011 at 2:49am
"Menguatkan Hati"



Yang bisa aku lakukan
Hanya menguatkan hati
Percaya pada keajaiban
Kan datang membenahi
Kepingan hati yang menunggu
Dirimu melepas semua
Berjalanlah disampingku
Tanpa ragu dan mulailah untuk...

Bernyanyi lagu-lagu kita
Tertawa kala sedih pergi
Angkat kepala dan tersenyumlah
Aku kan coba mewarnai harimu
Meski tak berujung seindah mentari

Ku punya cerita lalu dan kamu pun begitu
Selama kita percaya semua kan biasa
Kau dan aku bisa memulai
Berjalan beriring menguatkan hati
Meski kita tercipta bukan untuk satu



Yang bisa aku lakukan
Hanya menguatkan hati
Percaya pada Kejujuran
Darimu yang ku yakin
Goreskan hati dengan rindu
Lumpuhkan hatiku yang tangguh
Mencoba lupakan semua
Tanpa ragu dan mulailah untuk...

Bernyanyi lagu-lagu kita
Tertawa kala sedih pergi
Angkat kepala dan tersenyumlah
Aku kan coba mewarnai harimu
Meski tak berujung seindah mentari

Ku punya cerita lalu dan kamu pun begitu
Selama kita percaya semua kan biasa
Kau dan aku bisa memulai
Berjalan beriring menguatkan hati
Meski kita tercipta bukan untuk satu

-YYAE-
24 November 2011

Jumat, 31 Januari 2014

Hari Istimewa

Hari Istimewa

February 1, 2014 at 2:12am
Dia meminta Hari Istimewa
Ku berharap, Tuhan bantu aku
Dia berharap Hari Istimewa
Ku meminta Tuhan tolong aku

Bagaimana caranya ku bisa membuat dia tersenyum indah di hari ini
Meski mungkin tak seindah yang dia bayangkan di hari ini



Dia berkata tentang kisah kami
Cerita yang tak'kan pernah usai
Di pertama ku katakan cinta
Membuatnya tersenyum padaku

Ku kenangkan perjalanan kita
Coretan sejarah yang abadi
Tak berakhir di batasan waktu
Selalu dia tercipta untukku



Dia Berdoa Hari Istimewa
Ku berdoa Tuhan ciptakanlah
Karna dia Anug'rah terindah
Teristimewa belahan jiwa

Tuhan bantulah aku, ku ingin dirinya bahagia denganku di hari ini
Walau mungkin tak seindah yang dia inginkan di hari ini



Maria Yohannes (MY) Special Day :*
Thanks for being MY 26th Months together :)
Mencintaimu adalah Anugerah Terindah didalam hidupku.
Terimakasih karena kau mencintaiku #hug

-Yohannes A. Engel-
1 Februari 2014
Selamat 26 Bulan Sayang :*

Senin, 27 Januari 2014

Berjuang Bersama Denganku

Kamu yang pernah keliru
Memilih langkah untuk kau tuju
Aku yang pernah terjatuh
Mengejar hampa untuk ku tuju

Kita bertemu di waktu
Meresah berharap pada semu
Tuhan kirimkan dirimu
Membuka mata dan aku luluh

Ternyata inikah namanya keajaiban cinta
Yang datang begitu tak diduga tak dikira
Kamu yang mau berjuang bersama denganku cinta
Meraih mimpi kita berdua yang tertunda

Berjuanglah kau bersamaku
Kita bisa temukan bahagia
Berjuanglah kamu denganku
Kita bisa taklukkan dunia 


Ternyata inikah namanya keajaiban cinta
Yang datang begitu tak diduga tak dikira
Kamu yang mau berjuang bersama denganku cinta
Meraih mimpi kita berdua yang tertunda

Tak akan aku sia-siakan hadirnya dirimu
Ku berjanji untuk bahagiakan hidupmu
Kamu yang mau berjuang bersama denganku rindu
Memeluk cita kita berdua yang menyatu

-Yohannes Agatha Engel-
28 Januari 2014

-MEMPERHATIKANNYA-

-MEMPERHATIKANNYA-

December 5, 2011 at 10:37pm
Pernah kau menulis sebuah cerita di beberapa tahun lalu dan kau berharap semua itu akan terjadi di waktu ini atau di masa nanti? Pernah bagimu merasakan kerinduan yang amat mendalam pada seseorang, yang untuknya kau rela melepaskan semua yang saat ini sudah kau raih? Pernah untukmu tersenyum dalam tidur ketika mendambakannya hadir dalam hidupmu walau hanya sesaat? Aku pernah dan tak pernah tahu bahwa itu semua akan terjadi di saat aku berdiri dalam keyakinan melepas keraguan selama ini untuk melangkah memperhatikannya...



"Memperhatikannya"

Waktu itu malam penuh bintang dan langit tak sama seperti saat sore menghilang. Aku berjalan lunglai setelah menghabiskan minumanku sore ini. Pulang ke rumah dan melakukan rutinitas biasa tanpa ada sesuatu istimewa yang akan terjadi. Aku terdiam menunggu Handphoneku berdering, sms atau telepon dari seseorang yang kini hadir dalam hidupku. Berharap dia berkata, "aku merindukanmu seperti aku merindukan jiwaku."

Gadis ini adalah sesuatu banget bagiku. Dia pernah hadir dalam hidupku menjadi sebuah kisah kasih tak sampai. Berujung dengan sebuah kuputus-asaan terbesar yang pernah aku peroleh dalam hidup ini. Aku tidak tahu bagaimana ini dimulai tapi ini terjadi begitu saja tanpa aku sadari akan terjadi. Ya, dia datang! Entah Tuhan mengirimnya untuk datang padaku atau ini akhir dari pencarianku? Akhir dari semua pertanyaanku tentang cintaku. Ketika itu aku sedang berjuang untuk melepas diri dari sebuah ikatan yang menjadikanku mendua pada diriku dan Tuhan. Diriku yang tidak ingin lagi jatuh dalam kesalahan terindah, dosa termanis yang Tuhan pun marah padaku. Aku meninggalkannya dengan luka di hati, berharap Tuhan datang dan mengobati luka ini membuatku kuat dan berdiri dengan tenang. Ya saat itu dia hadir, mempesona ketika melewatiku. Tersenyum dan membuat hatiku berkata, "bukankah dia yang selama ini kau nanti?"

Aku menunggunya malam ini. Menjemputnya dengan hati berdebar dan jantung yang berdetak. Oh Tuhan, kuatkan hatiku. Lagu Sheila On 7 berjudul "Hari Bersamanya" menjadi sebuah lagu yang memenuhi isi kepalaku saat menantinya. Hmm, bagaimana dia hari ini? Adakah senyumnya untukku? Aku menunggunya dengan cemas dan ya itu tadi, jantungku berdegup kencang seperti letusan Gunung Merapi menghangatkan seluruh lapisan hatiku.

Beberapa tahun sebelumnya, rasa ini pun ku nikmati. Saat dia datang ke rumahku dengan wajah tertunduk lesu. Tanpa ada senyum, tanpa ada sapa, hanya diam dan diam. Membuatku penasaran namun takjub melihatnya. Dengan baju berkerah merah muda dan jeans biru, dia duduk bersama yang lain, dan aku mencuri kesempatan untuk mengabadikan dirinya dalam sebuah potret kamera Kodak. Aku belum punya Handphone Digital saat itu, kenangan yang lucu. Sayangnya, dia selalu memalingkan wajahnya ke arah yang lain saat aku meng-klik kamera pertamaku itu. Ehm... Membuatku bertanya, "begitu sulitkah untukku membuka pintu hatimu?"

Aku masih menunggu dan dia belum tiba, ruang dalam Jeremiah sudah dingin karena AC namun tak mampu mendinginkan hatiku yang mulai terbakar sebuah rasa yang banyak orang menamakannya rindu. Sampai Agnes Monica pun menyanyikan Rindu dengan getar rindu yang benar-benar rindu. Aku terus menatap ke luar jendela, dimana kamu? Sudah sampai mana? Pertanyaan itu menjadi aneka rasa dalam hidangan menu malamku menunggu kamu. Ah aku rindu.

Aku telah jatuh dalam pelukan beberapa wanita, dari yang membuatku terjatuh dalam perbedaan pertama kali. Mencintanya begitu lama dan mengeraskan hatiku tuk berlabuh ke hati yang lain. Dia yang sederhana dan membuatku luluh. Aku telah banyak menghabiskan waktu untuk meirndu yang ini dan yang itu. Berganti waktu dan berganti hati. Dan mungkni Gadis ini pun telah berpindah hati dari satu pria ke pria lain. Namun entah kenapa apa karena arah yang dia tuju akan berakhir denganku, kenapa aku rasa begitu. Hingga aku relakan cinta yang menggoda di depan mata dan dia tinggalkan cinta yang mencoba merasuk hatinya. Aku mendapatkanmu setelah lama menunggu. Aku tak sempurna, tapi bagiku kau hadir untuk melengkapiku.

Saat itu aku melihatmu, bersama sahabatmu dan kau sedang mencoba menghubungi seseorang. Entah dorongan apa di hatiku yang bergegas turun dari Jeremiah, dan berjalan, boleh dibilang aku berlari kecil melewati makian para Pengendara Motor yang kuhalangi jalannya. Tak perduli kalian, aku sedang menuju Gadis itu, memperhatikannya.

Kau tersenyum saat melihatku. Aku tak tahu harus bilang apa hanya mampu membalas senyumanmu. Aku dan Gadis itu di dalam Jeremiah, dia bercerita tentang harinya. Aku mendengarkannya, memperhatikannya, dan semakin lama aku semakin mencintainya. Rasa yang dulu hilang kini mulai mekar kembali. Aku menemukannya, Tuhan!

"Pengagum Senyummu"

Cerita pagi yang tak akan ku lupa
Tertulis biru ramah di lembaran hatiku
Tentang satu senyuman terindah
Sejenak hariku memikirkannya
Terlukis putih paras dalam gugusan bintang
Terus bertanya, siapa gerangan dia?

Tersentak aku larut dalam keheningan kata
Saat ku tahu hati pemilik senyum itu
Kamu, masih belia, dengan sejuta asa

Andai kamu tahu bahwasannya
Aku merasa bahagia mengenalmu
Kuakui senyummu, t'lah perindah hariku
Mewarnai derap jejak langkahku
Selimut lelapku dari mimpi

Aku adalah Pengagum Senyummu
Ku terjemahkan perubahan rasa hati ini
Ku temukan jawabnya, karena senyummu

Aku adalah Pengagum Senyummu
Yang selalu ingin menatapmu tersenyum
Sampai kamu dewasa, Pengagum Senyummu

Ku tulis puisi ini saat aku jatuh cinta, Sabtu, 22 Juli 2006, Pukul 23.15 WIB.



(bersambung...)

-YYAE-
1 Desember 2011