Powered By Blogger

Rabu, 31 Desember 2014

"CEPAT BERUSAI"



Harus kusadari
hatiku t'lah jatuh
Tuk kesekian kali
saat dia menyentuh

Betapa kurasakan
gejolak hati yang tak biasa
Inikah yang ku tunggu seribu hari
Terlalui dengan satu harapan

Ini bukan sesaat
meski telah terlewat
Kau memelukku
sedekat ini
Apakah Tuhan memang setuju
Hingga begitu mudah
kulalui hari dengannya
Meski ini kesalahan yang indah
Aku tak ingin cepat berusai

Bila memang kau tak kan ku miliki
Izinkan aku menyimpan sekeping hatimu
Kan kuletakkan dalam brangkas hatiku
Ku tutup rapat dan kukunci dengan rindu

Meski singkat dan tak pernah tahu
Akhir dari rasa ini
Kesalahan yang terlalu sulit dilupakan
Saat ku genggam erat tanganmu
Dan memeluk jemari lembutmu
Ada getar jiwa yang menari
Oh ku tak ingin cepat berusai

-YYAE-
8 Agustus 2011

SURAT SEORANG SAHABAT



Tangerang, 6 Agustus 2011.

Dear kawanku,

Aku ingin bercerita
Tentang apa yang terjadi
Di negeriku, Indonesia namanya

Negeriku kaya, begitu kata Ayah dan Ibu
Negeriku makmur dan melimpah suka
Namun dukanya banyak dan sedihnya milyaran

Pemerintahku hebat, istananya megah
Banyak pejabat bergaji tinggi disini
Di Televisi, mereka berkoar tinggi
Berjanji akan membuat sejahtera rakyatnya
Tapi apa yang ku lihat senja di Ibukota
Pejabat naik mobil mewah melintasi anak-anak jalanan
yang berdiri menadah tangan meminta sedekah
Mereka jijik dan memandang rendah anak-anak generasi penerus bangsa yang kehilangan cita
Mereka terus melaju, larikan mobil tergesa-gesa
Seperti itu pula mereka lari dari masalah negeri
Kasus Century terbuka dan ditutup begitu saja
Tanpa solusi!
Kasus Gayus terbuka dan ditutup begitu saja
Tanpa solusi!
Banyak kasus ditutupi bikin rakyat lupa sudah berapa banyaknya masalah terjadi
Karena mereka suka buka tutup kasus seenaknya seperti buka tutup jendela rumahku
Karena mereka suka gali lobang kasus seasyiknya seperti Tikus gali lobang tanah di tamanku
Korupsi makin tinggi, koruptor makin seksi jalannya melenggang bebas tanpa kesalahan
Ada Pak Nazaruddin membuka mata rakyat, mereka kalang kabut sendiri
Meminta pulang hanya untuk dihakimi sendiri
Ada lagi Ketua DPR yang katanya orang paling mengerti rakyat
Berkoar sebelepotannya dengan terpaksa
Bubarkan KPK katanya
Ampuni koruptor katanya
Bodoh! Aku teriak itu saat mendengarnya berbicara mungkin dengan timah panas di punggungnya

Hei Kawan itulah negeriku Indonesia
Jika kau ingin cepat kaya, kesinilah dan jadi koruptor
Tak perlu kau orang pintar
Karena banyak orang bodoh pun bisa memimpin negeri ini
Negeri dongeng impian para penjahat di dunia
Orang baik akan tersingkir seperti Pak Munir
Diracun dan dikerangkeng kebebasan berbicaranya
Oleh karena itu kawan, simpanlah suratku ini
Jadikan renunganmu saja
Jangan sampai dibaca mereka
Bisa jadi aku atau kamu akan hidup di bui
Atau mati tanpa jejak seperti orang tak pernah ada di bumi

Jika kau ke Indonesia, ke negeriku ini
Mampirlah ke rumahku, kan kuceritakan lebih banyak lagi
Tentang negeriku, Indonesia namanya

-YYAE-
6 Agustus 2011



Celoteh anak negeri yang kecewa dengan pemerintahnya namun tak mampu berbuat apa-apa.
Untuk sahabatku...

-TAK ADA YANG BISA-



Tak ada yang bisa
sabar sepertimu
Menghadapi aku
yang sibuk terlalu

Kau mampu menunggu
Di saat yang lain
pun pergi dariku
Kau sanggup bertahan
Di saat yang lain
berhenti berjalan

Bodohnya diriku
yang tak bisa peka
Ku yang tak memahami perasaanmu
Maafkanlah aku
yang tak pernah tahu
Kau mencintaiku sedalam samud'ra

Tak ada yang bisa sepertimu
Menyentuh lembut hasrat hatiku

-YYAE-
3 Agustus 2011

Dipersembahkan untuk semua orang yang pernah meninggalkan orang yang dia cintai hanya untuk berpaling dan mendua. Setelah dia berkelana, menempuh banyak perjalanan cinta dan berhenti di banyak halte rindu. Tanpa dia sadari bahwa yang paling baik dan yang paling setia adalah orang yang pernah ditinggalkannya itu. Cintai seseorang dengan hati dan pikiranmu, buat dia merasa bangga telah memilikimu dan buat dia percaya bahwa hanya kamu yang paling bisa memahaminya. Karena penyesalan itu adalah sia-sia dan tak akan ada artinya.

-Lelah-

1 hari sesudah Hari Ulang Tahunku. Aku menulisnya...



Biar malam kan berganti
Dan rembulan tak selalu ada
Aku tak pernah pejamkan mata
Sebelum menunggu lelahku tiba

Kadang hidup tak berarti
Penyesalan adalah akhirnya
Serumit aku menulis di bara
Lelahnya menunggu harapku nyata

Tak kan ku menyerah dan berhenti
Ini waktu terbaik untuk ku lalui
Tak kan ragu ku melangkah lagi
Mantapkan visi dan bangun percaya diri

Aku kuat karna-Mu, Tuhan
Aku tangguh bersama-Mu

Semua yang kucinta kan tinggalkan aku
Yang tersisa dari hidupku nanti
Hanyalah baik dan buruk tentang diriku
Bertabur pujian dan caci maki

Tak kan ku menyerah dan berhenti
Ini waktu terhebat untuk ku arungi
Tak kan resahku membunuh lagi
Baitan misi dan rajut asa sendiri



Aku kuat karna-Mu, Tuhan
Aku tangguh bersama-Mu

-YAE-
31 Juli 2011

One Day Before Tomorrow.

Tomorrow 3

Open day planner with a ballpoint pen pointing to TOMORROW. Tom Mc Nemar, 2006Tomorrow 3 Open day planner with a ballpoint pen pointing to TOMORROW. Tom Mc Nemar, 2006

One Day Before Tomorrow.
-Hanya Renungan-

Mungkin aku dapat merangkai kata-kata indah dan bersahaja untuk seseorang atau siapapun yang menjadi inspirasiku. Tapi jujur, aku tak bisa menulis puisi untuk diriku sendiri. Bahkan di saat menjelang hari bahagiaku. Aku tidak tahu mengapa. Setiap aku hendak menulis sebuah kata, maka kata yang lain seperti tersedak di pikiranku. Ibarat air yang tak mau mengalir karna terhalang bebatuan.

Aku coba lagi merangkai kata demi kata. Yang ada makin kebuntuan yang aku rasa. Why? I don't know.

Kuhela nafas, dan berharap ada kata ajaib yang mampir di benakku untuk mengawali penulisan kata ini. But, 1 second, 2 second, third second, ten minutes, fivety minuts, one hour, and... Aku hanya diam, tak mampu menulis.

Sudah berapa lama aku mematung disini, sambil mendengarkan lagu Shania Twain, From This Moment, yang aku dengar saat Training Management Level sore tadi di Kantor. Lagu ini begitu menarik, aku langsung mencarinya saat pulang tadi.

Aku bahkan tidak punya inspirasi untuk diriku sendiri. Ada yang bilang dalam Puisi itu ada teorinya, ada yang bertanya padaku tentang majas dalam puisi. Ada yang bilang kata-kata dalam puisiku terlalu berulang, seperti bukan puisi. Mungkin dia dan mereka benar, puisi itu harus ada teorinya.

Buatku puisi itu bebas, tak terikat ruang dan waktu apalagi teori. Puisi itu lahir dari saat kau membuka mata dan sampai kau menutup mata. Dari saat kau menghela nafas sampai kau menghembuskannya. Dari saat kau temukan sebuah inspirasi, sebuah moment, sebuah kata ajaib untuk memulainya, dan sebuah rasa yang tulus untuk merangkainya. Itu puisi buatku, tak butuh sejuta teori untuk melahirkan puisi. Aku hanya butuh sentuhan magic di jemariku yang mengalirkan sinyal membakar otakku dan seluruh tubuhku akan bergetar saat menulisnya, lalu lahirlah sebuah kata. Kata untuk memulai puisi yang akan ku tulis. Mungkin bagi banyak orang ini berlebihan, tapi buatku ini berkurangan, karna puisiku miskin teori, hanya kaya perasaan. Itulah mengapa aku tak pernah tahu berapa banyak puisi sudah kugubah, berapa juta kata telah kurakit, aku tak pernah hafal apa yang sudah ku tulis, bahkan aku bisa lupa bahwa aku pernah menulis puisi seindah ini, itu, dan yang lalu. Yang aku tahu, puisi itu lahir dan biarkan dia bebas sebagaimana dia tercipta. So, ketika ada yang mengakui tulisan puisiku adalah hasil karyanya, aku tak pernah peduli. Just smile dan forget it, aku masih bisa menulis lagi bukan habis disitu.

Kali ini satu kata pun tak terlahir, aku butuh satu kata saja untuk memulai puisi ini...

-JeremiahB1608CFO-

Unlike · ·

-Tiga Hari lagi-



Titip rindu untuk dirinya
Duhai desir angin malam
Bawa pesan hati untuknya
Wahai sepoi angin malam
Aku menunggu keajaiban datang

Tiga hari lagi kan tiba
Setahun lama ku nanti
Harap dengar debar jantungnya
Dekat di pelukan hati
Aku menunggu kesendirian hilang

Hari bahagia nanti tak akan sempurna
Bila tiada hadirnya pelengkap jiwa

Tuhan, mohon dekatkanlah aku
Dengan yang Kau cipta untukku
Aku takut salah pilihanku
Bukan yang Kau tenun untukku
Aku menunggu bingkisan terindahku
Bagian rusukku di hari bahagiaku

Tiga hari kan ku jelang
Ku menunggu seseorang



-YAE-
27 Juli 2011
3 Hari lagi... Berharap ada keajaiban datang nanti

-Punya Cerita-

PUNYA CERITA



Kita sudah sama tahu
Waktu kan terus berlalu
Dan kau kan tetap disitu
Dengan yang lain, yang itu

Mungkin ku sekejap hanya
Hadir menyentuh penatmu
Yang kan menghilang adanya
Saat memudar ragumu

Ingatlah kita punya cerita
Langit malam jadi saksinya
Akan kau dengar riuhnya
Angin berbisik tentang kita

Kita t'lah saling mengerti
Tak terulang detik ini
Kau kan t'rus menanti dia
Kekasih lain yang setia

Mungkin ku sekejap hanya
Hadir menyentuh penatmu
Yang kan menghilang adanya
Saat memudar ragumu

Ingatlah kita punya cerita
Langit malam jadi saksinya
Akan kau dengar riuhnya
Angin berbisik tentang kita

Ingatlah kita punya cerita
Simpan dalam bilik paginya
Akan kau dengar syahdunya
Embun berhembus tentang kita

Hapus bila kau tak mau
Teringat akan diriku...

-YAE-
24 Juli 2011